Download Kajian ‘Masjid sebagai Pusat Penyebaran Tauhid’

Masjid adalah tempat beribadah kepada Allah dan mengagungkan nama-nama-Nya. Peranan masjid begitu penting dalam kehidupan sebuah masyarakat Islam. Dari masjidlah dimunculkan sosok ulama, pemimipin negara, mujahid, ahli fikih, dan pemuda-pemuda yang bertakwa.

Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari melalui divisi Pembinaan Takmir Mahasiswa alhamdulillah telah mengadakan kajian takmir tematik yang pertama dengan pembicara Ustadz Afifi Abdul Wadud. Kajian ini diadakan di masjid Pogung Raya, Yogyakarta pada hari Sabtu 24 Oktober 2009.

Berikut ini link downloadnya semoga bermanfaat bagi kita semua.

Download Kajian

Tanya Jawab Akidah (bagian 01)

Diterjemahkan oleh Ustadz Marwan –hafizhahullah– dari A’lamus Sunnah karya Hafizh al-Hakami –rahimahullah

Kewajiban pertama bagi seorang hamba

Soal -1: Kewajiban apakah yang pertama bagi seorang hamba?

Jawab: Kewajiban pertama bagi seorang hamba adalah mengetahui perkara yang menjadi  penyebab Allah menciptakan manusia, mengambil perjanjian dari mereka, yang menjadi penyebab Allah mengutus para rasulNya, menurunkan kitab-kitabNya, yang menjadi penyebab Allah menciptakan dunia dan akhirat, surga dan neraka, neraka al-haaqqah dan al-waaqi’ah, dipancangkannya timbangan amalan, dihamparkannya lembaran-lembaran amalan, yang menjadi penentu celaka atau bahagianya seorang hamba, demikian pula pembagian nur kepada seorang hamba. Barang siapa yang tidak diberi oleh Allah cahaya niscaya dia tidak akan mendapatkan cahaya.

Baca lebih lanjut

Kajian ‘Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Tauhid’

Bismillah.

Mengundang kehadiran ikhwah sekalian, dalam acara:

‘Kajian Tematik Takmir Mahasiswa’
Pembahasan seputar problematika masjid di tengah umat

Dengan tema:
“Masjid sebagai Pusat Penyebaran Tauhid”

Pembicara:
Ustadz Afifi Abdul Wadud

Waktu dan tempat:
Sabtu, 24 Oktober 2009 Jam 09.00-11.00
di Masjid Pogung Raya, Sleman, Yogyakarta

Penyelenggara:
Yayasan Pendidikan Islam al-Atsari
Divisi Pembinaan Takmir Mahasiswa

Kontak Person:
0852 1546 1593 (Azhar)

Terbuka untuk umum, gratis!
Insya Allah akan disediakan makalah

Manhaj Dakwah ila Allah

Oleh: Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika mengutus Mu’adz ke negeri Yaman, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan Ahli Kitab. Maka hendaknya dakwah pertama yang kau sampaikan kepada mereka adalah syahadat laa ilaaha illallaah –dalam riwayat lain disebutkan : supaya mereka mentauhidkan Allah- kemudian apabila mereka sudah menaatimu untuk melakukan itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Kemudian apabila mereka telah menaatimu untuk itu maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan shadaqah (zakat) kepada mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang-orang miskin di antara mereka. Kemudian apabila mereka menaatimu untuk itu maka jauhilah harta-harta mereka yang paling berharga. Berhati-hatilah dari do’anya orang yang terzhalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara do’anya dengan Allah.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi dan Ahmad)

Baca lebih lanjut

Sekelumit Tentang Keutamaan Ilmu

Pertama :
Ilmu Meningkatkan derajat

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58] : 11).

Al Hafizh menjelaskan, “Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah : Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari, 1/172). Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya, “Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki.” (QS. Yusuf [12] : 76). Zaid mengatakan, “Yaitu dengan sebab ilmu.” (Fathul Bari, 1/172).

Baca lebih lanjut

Sekilas Tentang Ma’had

Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta merupakan lembaga pesantren yang melibatkan peserta didik : mahasiswa.

Dalam rangka mendidik mereka, Ma’had mengundang keterlibatan banyak pengajar : yaitu ustadz-ustadz dari berbagai ponpes di Yogyakarta.

Kegiatan belajar mengajar dilakukan pada waktu : di luar jam-jam kuliah. Dan menggunakan fasilitas tempat : di masjid-masjid di sekitar kampus UGM.

Kitab Panduan yang dipakai : adalah kitab-kitab para ulama salaf yang berbahasa Arab.

Masa belajar : 2 tahun secara penuh, penerimaan dilakukan setiap 2 tahun.

Ma’had ini diadakan dengan tujuan : menghasilkan para mahasiswa yang memiliki bekal untuk thalabul ‘ilmi lebih dalam dan siap menjadi da’i.

Metode pembelajaran yang diterapkan : berupa Kajian Kitab Rutin setiap pekan, Setoran hafalan, Ujian Akhir Semester, Penugasan, Daurah awal tahun ajaran, Daurah Ramadhan dan Daurah ketika liburan akhir semester.

Mukadimah

Oleh : Ust. Fauzan bin Abdillah, S.T. hafizhahullah

Segala puji bagi Alloh ta’ala yang telah memberikan kepada umat manusia beragam kenikmatan kepada mereka agar mereka dapat bersyukur kehadirat penciptanya. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah membimbing umatnya dan mengarahkan mereka kepada jalan kebaikan yang berakhir di syurga yang penuh kenikmatan yang tiada tara, juga kepada para sahabatnya serta orang-orang yang senantiasa setia dan berpegang teguh di atas jalan mereka. Amma ba’du

Baca lebih lanjut