Ketentuan Penting dalam Puasa Sunnah

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, begitu pula pada istri, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Dalam beberapa posting terdahulu, kami telah banyak membahas mengenai macam-macam puasa sunnah. Saat ini kita akan melihat ketentuan penting dalam melaksanakan puasa sunnnah, yang mungkin di antara kita belum mengetahuinya. Semoga bermanfaat.

Pertama: Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, minum dan selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.

Dalil masalah ini adalah hadits ‘Aisyah berikut ini.

Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata,

دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ ». فَقُلْنَا لاَ. قَالَ « فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ ». ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ « أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ». فَأَكَلَ.

Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim no. 1154). Baca lebih lanjut

Imam Muslim dan Kitab Shahihnya

Beliau adalah Abu al-Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi dinisbatkan kepada leluhurnya an-Naisaburi dinisbatkan kepada tempat tinggalnya. Beliau dilahirkan pada tahun 204 H sebagaimana disebutkan di dalam Khulashat Tahdzib al-Kamal oleh al-Khazraji dan juga menurut Tahdzib at-Tahdzib dan Taqrib at-Tahdzib yang keduanya adalah karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, demikian pula yang disebutkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah. Ibnu Katsir menceritakan setelah menjelaskan tahun kematiannya yaitu pada tahun 261 H, “Beliau dilahirkan pada tahun yang sama dengan tahun wafatnya as-Syafi’i yaitu pada tahun 204 H. Dan beliau diberi umur 57 tahun, semoga Allah ta’ala merahmatinya.” Namun ada juga yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada tahun 206 H dan wafat dalam usia 55 tahun sebagaimana dinukil oleh Ibnu Khollikan dari kitab Ulama al-Amshar karya Abu Abdillah an-Naisaburi al-Hakim dengan tahun wafat yang sama yaitu tahun 261 H. Baca lebih lanjut

Kisah Dhimam bin Tsa’labah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan: Suatu saat ketika kami sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid, kemudian ada seorang lelaki yang datang dengan mengendarai seekor onta, lantas dia berhentikan ontanya itu di masjid lalu mengikatnya. Kemudian dia berkata, “Manakah di antara kalian yang bernama Muhammad?”. Ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk sandaran di antara mereka. Maka kami katakan, “Ini orangnya, lelaki yang berkulit putih dan sedang bersandar.” Baca lebih lanjut

Agama adalah Nasehat

Alhamdulillahi wa sholatu wa salamu ‘ala Nabiyina Muhammad wa ‘ala ashaabihi wa man tamassaka bi sunnatihi ‘ila yaumddin.

Di dalam kitab Arbai’n An Nawawiyah, Imam An Nawawi rahimahullahu membawakan sebuah hadits yang agung, yang beliau tempatkan hadits ini pada urutan ketujuh pada kitab beliau tersebut. Yaitu hadits dari shahabat Abu Ruqaiyah Tamiim bin Aus Ad Dariy radhiyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam telah bersabda :

« الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا لِمَنْ قَالَ « لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ ».

Agama adalah nasehat. Kemudian kami (para shahabat) bertanya, “Nasehat untuk siapa?”, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan untuk kaum muslimin secara umum.” [1] Baca lebih lanjut

Masuk Surga Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab

Pembaca yang dimuliakan Allah ta’ala, kebahagiaan yang hakiki dalam hidup ini adalah ketika seorang hamba dijauhkan oleh Allah ta’ala dari siksa api neraka dan ketika Allah memasukkannya ke dalam surga-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya) “Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan, dan bukanlah kehidupan dunia melainkan kehidupan yang menipu(‘Ali Imran : 185)

Syaikh As Sa’diy rahimahullah mengatakan, “orang yang memperoleh kemenangan adalah mereka yang selamat dari adzab yang pedih, dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Baca lebih lanjut

Pendaftaran Ma’had ‘Ilmi 2010-2012

publikasi ma'had 'ilmi

Pengantar

Bagaikan lentera di malam hari, ilmu dapat menuntun kita berjalan pada arah yang benar. Tanpa ilmu, kita bagaikan berjalan pada sebuah lorong panjang yang gelap yang di sana terdapat jurang di sisi kanan dan kirinya. Maka tidak diragukan lagi, setiap orang yang berakal pasti menyadari betapa kita membutuhkan ilmu untuk mengiringi langkah-langkah kita mengarungi kehidupan yang penuh tipu daya ini. Untuk meraihnya pun tidak mudah. Diperlukan pembelajaran secara terarah dan bertahap mulai dari dasar sampai ke tingkat yang lebih lanjut.

Alhamdulillah, insya Allah akan segera dibuka pendaftaran santri baru Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta angkatan 2010-2012. Ma’had Al ‘Ilmi ini terutama dikhususkan kepada para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di universitas. Di sini anda akan menimba ilmu syar’i lebih dalam lagi, mulai dari pelajaran dasar sampai tingkat yang lebih lanjut. Lulusan Ma’had Al ‘Ilmi diharapkan lebih mampu untuk memahami dasar-dasar ilmu agama untuk menunaikan kewajibannya sebagai individu dan anggota masyarakat yaitu dalam bidang aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Serta menguasai kaidah-kaidah hukum sebagai bekal pengembangan kemampuan ilmiah dirinya sebagai thalabul ‘ilmi dan calon da’I pada pelajaran ushul fikih, mushthalah hadits, dan qawa’id fiqhiyyah.

Sambil kuliah sambil ngaji. Kira-kira seperti itulah gambarannya. Program Ma’had Al ‘Ilmi ini berlangsung selama 4 semester (2 tahun). Jadi bagi mahasiswa angkatan muda, ini adalah kesempatan yang jika kita gagal meraihnya tahun ini, kita harus menunggu 2 tahun lagi untuk bisa ikut program Ma’had Al ‘Ilmi. Daripada keburu lulus, lebih baik coba ikut sekarang. Tidak perlu anda mondok di asrama khusus ketika ikut ma’had. Anda tetap tinggal di tempat anda namun harus mendatangi lokasi belajar ma’had, yaitu di masjid-masjid sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM). Seperti kuliah, ada juga ujiannya. Yah, Ma’had Al ‘Ilmi bisa di bilang “kuliah agama di sore hari”.

Syarat pendaftar :

* Laki-laki muslim
* Bisa membaca Al Qur’an
* Fotokopi KTP dua lembar
* Mempunyai bekal kemampuan dalam membaca kitab berbahasa arab gundul
* Memiliki komitmen dan kesediaan dalam menjalani pendidikan selama 2 tahun penuh
* Sanggup membayar SPP setiap bulannya secara rutin

Tes seleksi :

* Hari, tanggal : Sabtu, 22 Mei 2010
* Waktu : 08.30 WIB
* Tempat : Masjid Pogung Raya (MPR), Pogung Dalangan
* Pengumuman : Ditempel di tempat pendaftaran (pada 29 Mei 2010) atau lihat di http://www.muslim.or.id atau http://www.mahadilmi.wordpress.com

Briefing dan daftar ulang :

* Hari, tanggal : Sabtu, 5 Juni 2010
* Waktu : 08.30 WIB
* Tempat : Masjid Al Ashri, Pogung Rejo

Materi pelajaran rutin :

* Lum’atul I’tiqad – aqidah
* Kitabut Tauhid – tauhid
* Baiquniyah – ushul hadits
* Fathul Qawiy Al Matin – hadits
* Ar Risalah Al Lathifah – ushul fiqh
* Matan Al Ghayah At Taqrib atau Matan Abi Syujaa’ – fiqh
* Hafalan Al Qur’an juz 27-30
* Hafalan hadits Al Arba’in An Nawawiyyah

Daurah-daurah :

* Daurah aqidah, tajwid, ushul tafsir, manhaj, akhlaq, dan fiqh da’wah

Mulai belajar :

* 4 Juli 2010 (Daurah pembukaan)

Biaya pendidikan :

* Biaya pendaftaran : Gratis
* SPP per bulan : Rp 30.000/40.000/50.000 (pilih salah satu yang disanggupi)
* Biaya kitab : Rp 300.000

Pengajar :

* Ustadz-ustadz pengajar Ma’had Jamilurrahman As Salafy, Islamic Center Bin Baz, Hamalat Al Qur’an, dan staf pengajar Ma’had Al ‘Ilmi

CP : 0856 4255 2157