Kajian Umum Yogyakarta 7 Mei 2011

Hadirilah Kajian Umum dengan tema.

“BOM BUNUH DIRI, JIHADKAH?”
(Meluruskan Pemahaman Syariat Jihad Kepada Kaum Muslimin) Baca lebih lanjut

Iklan

Kajian Umum Yogyakarta 30 April 2011

Hadirilah
Kajian Spesial Mahasiswa”Tips Sukses Kuliah Sambil Ngaji”
Ust. M. Abduh Tuasikal, ST. (Mhs. S2 Teknik Kimia King Saud Univ., Penasehat Buletin At Tauhid)
Sabtu, 30 April 2011
Pukul 08.00-09.30 WIB
Masjid Al-Ashri, Pogung Rejo

Terbuka untuk Umum (Putra & Putri)
Wajib bagi santri Ma’had Al-Ilmi

Penyelenggara : Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta

Allah Yang Maha Tinggi Turun ke Langit Dunia

Pembaca yang yang dirahmati Allah, salah satu keimanan yang wajib diimani oleh setiap muslim yaitu bahwasanya Allah Ta’ala turun ke langit dunia. Berikut pembahasan ringkas tentang masalah ini.

Dalil Tentang Turun-Nya Allah Ta’ala

Penetapan aqidah ini diterangkan oleh banyak hadist dari Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam yang mencapai derajat mutawatir (melalui jalur yang banyak). Di antaranya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ

مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ

 “ Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam pada sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman : “ Barang siapa berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku akan Aku beri, barang siapa memohon ampun kepadaku akan Aku ampuni” (HR. Bukhari: 1145 dan Muslim: 758.). Hadist ini secara jelas  dan gamblang menunjukkan penetapan sifat nuzul (turunnya) Allah ke langit dunia. Baca lebih lanjut

Kedudukan Sanad dalam Islam

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah memberikan nikmat yang sangat besar kepada ummat ini dengan terjaganya kemurnian agama-Nya. Allah ‘azza wa jalla berfirman

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang telah menurunkan Adz Dikr dan Kamilah yang menjaganya” (Al Hijr : 9)

Adz Dzikr dalam ayat di atas ditafsirkan oleh para imam-imam tafsir dengan Al Qur’an. Namun, maknanya juga mencakup hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebabkan karena hadits Nabi berfungsi sebagai penjelas Al Qur’an serta menambah hukum yang tidak disebutkan dalam Al Qur’an. Sehingga dengan dijaganya Al Qur’an berkonsekuensi pula dengan dijaganya hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun demikian, penjagaan agama ini tentu ada sebab (perantaranya), yaitu melalui  para ulama’ ahli hadits. Dengan perantara mereka ilmu yang diturunkan Allah melalui Rasul-Nya sampai kepada kita dalam keadaan murni dari perubahan. Dengan perantara mereka pula dapat tersaring hadits – hadits yang benar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan hadits – hadits yang palsu yang disandarkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merekalah orang – orang yang ditampilkan Allah ‘azza wa jalla pada setiap zaman untuk menjaga kemurnian agama ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Baca lebih lanjut