Mengenal Hadits Shahih dan Hadits Hasan

Dasar Agama islam yang mulia ini adalah AlQur’an dan Hadist nabi sholallahu ‘alaihi wasallam. Artinya, segala bentuk keyakinan, amalan dan perbuatan seorang manusia haruslah mencocoki apa yang terdapat dalam AlQur’an dan Hadist nabi sholallahu ‘alaihi wasallam. Menurut sisi kuat-lemahnya, maka hadist dibagi menjadi 2 yaitu hadist yang diterima sebagai hujjah (hadist shahih dan hadist hasan) serta hadist yang ditolak/tidak bisa dijadikan hujjah (hadist dhoif dan teman-temannya).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

لا يجوز أن يعتمد فى الشريعة على الأحاديث الضعيفة التى ليست صحيحة ولا حسنة

“Syari’at ini tidak boleh bertopang pada hadits-hadits lemah yang tidak berkategori shahih dan hasan.” (Majmu’ al-Fatawa 1/250). Baca lebih lanjut

Kedudukan Sanad dalam Islam

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah memberikan nikmat yang sangat besar kepada ummat ini dengan terjaganya kemurnian agama-Nya. Allah ‘azza wa jalla berfirman

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang telah menurunkan Adz Dikr dan Kamilah yang menjaganya” (Al Hijr : 9)

Adz Dzikr dalam ayat di atas ditafsirkan oleh para imam-imam tafsir dengan Al Qur’an. Namun, maknanya juga mencakup hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebabkan karena hadits Nabi berfungsi sebagai penjelas Al Qur’an serta menambah hukum yang tidak disebutkan dalam Al Qur’an. Sehingga dengan dijaganya Al Qur’an berkonsekuensi pula dengan dijaganya hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun demikian, penjagaan agama ini tentu ada sebab (perantaranya), yaitu melalui  para ulama’ ahli hadits. Dengan perantara mereka ilmu yang diturunkan Allah melalui Rasul-Nya sampai kepada kita dalam keadaan murni dari perubahan. Dengan perantara mereka pula dapat tersaring hadits – hadits yang benar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan hadits – hadits yang palsu yang disandarkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merekalah orang – orang yang ditampilkan Allah ‘azza wa jalla pada setiap zaman untuk menjaga kemurnian agama ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Baca lebih lanjut