Membersihkan Hati dan Niat dalam Menuntut Ilmu

Kedudukan seseorang terhadap ilmu sangat ditentukan oleh seberapa besar pengagungan dan pemuliaan hatinya terhadap ilmu. Seseorang yang hatinya penuh dengan penghormatan terhadap ilmu maka ia pantas menjadi tempat bagi ilmu. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak memuliakan ilmu, niscaya ilmu tidak akan dapat membuatnya mulia.

Di antara bentuk mengagungkan ilmu adalah dengan cara membersihkan hati dan niat dalam mencari, mengamalkan, dan mengajarkannya.

1. Membersihkan hati sebagai wadah ilmu

Hati merupakan wadah ilmu. Semakin bersih hati seseorang, maka akan semakin mudah baginya untuk menerima ilmu. Barangsiapa yang ingin memperoleh ilmu, hendaklah ia memperbagus batinnya dan membersihkan hatinya dari berbagai penyakit hati. Karena ilmu itu ibarat permata yang lembut, yang tidak pantas dimiliki kecuali oleh hati yang bersih. Baca lebih lanjut

Penjelasan UTS Semester Genap Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta Tahun Ajaran 1433-1434 H

  1. Pekan ini kajian Ma’had Al ‘Ilmi libur dan akan diadakan UTS. Adapun hafalan tetap jalan. Senin, 8 April 2013 kajian Ma’had Al ‘Ilmi dimulai kembali.
  2. Ujian tengah semester Insya Allah diadakan selama 4 hari dan ditambah 2 hari untuk ujian susulan.
  3. Materi yang diujikan adalah materi yang telah diajarkan, baik dari kitab rujukan maupun tambahan dari ustadz.
  4. Ujian dimulai pada pukul 16.00 WIB dan maksimal selesai pada pukul 17.15 WIB.
  5. Sifat ujian adalah closed book.
  6. Hari dan tempat ujian sama seperti hari dan tempat kajian rutin.
    • Senin, 1 April 2013: Ushul Fiqih di Masjid Al ‘Ashri Pogungrejo
    • Rabu, 3 April 2013: Aqidah Masjid Pogung Dalangan
    • Jum’at, 5 April 2013: Fiqih di Masjid Pogung Raya
    • Sabtu, 6 April 2013: Tauhid di Masjid Al ‘Ashri Pogung Rejo
  7. Adapun bagi santri yang memiliki udzur Syar’i bisa mengikuti susulan yang diadakan pada hari:
    • Sabtu, 6 April 2013: Untuk susulan ujian Ushul Fiqih dan Aqidah.
    • Ahad, 7 April 2013: Untuk susulan ujian Fiqih dan Tauhid.
    • Waktunya siang hari dimulai jam 1 siang di Masjid Al ‘Ashri (ikhwan) dan di wisma akhwat (akhwat).
  8. Selama UTS, tetap mengisi absen dan yang berhalangan datang ujian dengan udzur Syar’i diharuskan ijin lewat SMS ke pengurus ma’had.
  9. Jawaban soal ujian langsung dituliskan di lembar soal dan dibolehkan membawa kertas jawaban tambahan.
  10. Perubahan jadwal ujian dan peraturan ujian bisa berubah dan akan disampaikan perubahannya.

Akhirnya, segenap pengurus mengucapkan selamat melaksanakan ujian tengah semester. Semoga antum dimudahkan untuk belajar dan mengerjakakan ujiannya. Barakalllahu fiikum.

Tertanda,
Pengurus Ma’had Al ‘Ilmi

Mengenal Macam-macam Najis

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

“Dialah Allah yang telah menciptakan semua yang ada di bumi ini untuk kalian” (QS. Al Baqarah : 29)

Dari ayat di atas, para ulama mengambil sebuah kaidah yang sangat berharga, yaitu

الأصل الطهارة في كلّ شيء

“Hukum asal segala sesuatu adalah suci”

Maka hukum asal segala jenis materi, baik air, tanah, kain, dan bejana adalah suci hingga kita yakin bahwa benda-benda tersebut terkena najis. Adapun jika kita ragu, semisal kita menemukan gelas di atas meja dan kita tidak tahu apakah gelas tersebut terkena najis atau tidak, maka dikembalikan kepada hukum asalnya, yakni gelas tersebut suci.

Adapun jika mengklaim akan najisnya suatu benda, maka klaim tersebut membutuhkan dalil. Hal ini dikarenakan dia telah mengeluarkan benda tersebut dari hukum asalnya, yaitu suci. Oleh karena itulah, Allah dan Rasul-Nya menjelaskan berbagai hal yang suci di dunia ini dalam bentuk umum sedangkan untuk yang najis dengan cara rinci. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ

“Sesungguhnya Allah telah merinci untuk kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu” (QS. Al An’am : 119)

Oleh karena itulah, segala sesuatu yang ditegaskan oleh Allah dan Rasul-Nya bahwa hal itu adalah najis, maka hukumnya najis. Jika tidak ada penjelasan khusus di dalam syari’at bahwa benda tersebut termasuk najis, atau tidak bisa diqiyaskan dengan benda najis lainnya, maka kembali ke hukum asal, benda tersebut statusnya suci. Inilah kaidah yang hendaknya kita pahami terlebih dahulu. Baca lebih lanjut

Kaidah : Semua Nama Allah Itu Husnaa

Bismillaahirrohmanirrohiim.

Allohumma sholli wasallim ‘alaa nabiyyina muhammad wa ‘alaa alii muhammad.

Qowaa’idu fii asmaa-illaah ta’alaa

Kaidah dalam memahami nama-nama Allaah Ta’ala.

Di dalam kaidah ini, ada 7 poin/kaidah.

Kaidah pertama :

“Nama-nama Allaah Ta’ala semuanya adalah husna (paling baik).”

Dalilnya, yakni Quran Surat Al-A’raaf ayat 180

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang melakukan penyimpangan terhadap nama-nama-Nya. Kelak mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Dalil-dalil lainnya, yakni

Quran Surat Al-Hasyr ayat 24 :

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Quran Surat Thoha ayat 8 :

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

“Dialah Allah, tidak ada Dzat yang berhak disembah melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik)”

Quran Surat Al-Isra’ ayat 110 :

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu“”

Timbul pertanyaan,

Dari segi mana nama-nama Allaah Ta’ala menunjukkan ‘husna’?Baca lebih lanjut

Pengantar Ilmu Ushul Fiqih

بسم الله الرمحن الرحيم

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”

~HSR al-Bukhari (no. 2948) dan Muslim (no. 1037).~ 

Keberhasilan seorang muslim adalah diberhasilkannya ia oleh Alloh Ta’ala untuk memahami agama.

Ilmu ushul fiqh adalah salah satu ilmu terpenting di dalam mempelajari ilmu agama. Baca lebih lanjut

Program Matrikulasi Bahasa Arab Calon Santri Ma’had Al ‘Ilmi

Matrikulasi Bahasa Arab Mahad Al 'Ilmi

Menimba ilmu syar’i sembari kuliah, mengapa tidak?!
Imam Bukhari rahimahullah berkata, “Ilmu sebelum berkata dan beramal.”

Berminat untuk bergabung dengan Ma’had Al-‘Ilmi?
Ikutilah…!

PROGRAM MATRIKULASI BAHASA ARAB
MA’HAD AL-‘ILMI YOGYAKARTA

Terbuka UntukUmum
Putra-Putri

Kegiatan :
Pemantapan bahasa Arab bagi calon santri Ma’had Al-‘Ilmi Baca lebih lanjut

Belajar Ilmu Agama Secara Ta’shily

Saudaraku, kita telah mengetahui bersama tentang pentingnya “tafaqquh fid diin“. Terlebih lagi di zaman sekarang, ilmu agama semakin sedikit orang yang mempelajarinya, sehingga yang banyak adalah orang-orang jahil namun mengaku berilmu. Ilmu pulalah yang akan melindungi kita dari badai fitnah yang terus melanda.

Tidak diragukan lagi bahwa menuntut ilmu syar’i merupakan amal yang sangat mulia, bahkan ganjaran bagi orang yang menuntut menuntut ilmu samai halnya dengan orang yang pergi berjihad di jalan Allah sampai ia kembali. Namun perbuatan yang mulia ini, jika tidak diiringi dengan metode belajar yang benar justru akan menjadi tidak teratur dan semrawut, serta hasil yang didapat pun tidak akan maksimal. Maka dari itu sangat penting bagi setiap penuntut ilmu untuk memperhatikan bagaimanakah cara belajar yang semestinya ditempuh. Baca lebih lanjut